ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Be Shares - KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menerima kehadiran dua netizen yang memakinya melalui media sosial Twitter beberapa waktu lalu. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menunjukkan suasana ketika Gus Mus, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Leteh, Rembang, menerima keduanya.
Yaqut mengunggah foto keduanya ke akun Twitternya. Foto pertama saat Pandu Wijaya asal Kraksaan, Probolinggo, meminta maaf kepada Gus Mus. "Ini Pandu, sowan Gus Mus dan minta maaf. Datang bersama keluarga, dijamu seperti keluarga," tulis Yaqut pada 25 November 2016 pukul 18.03 WIB.
Foto kedua saat Hasan asal Klender sowan penuh takzim kepada Gus Mus. "Giliran Hasan yang meminta maaf. Rembang penuh berkah hari ini," tulis Yaqut pada 25 November 2016 pukul 19.04 WIB.
Yaqut mengunggah foto kedua hanya sekitar 30 menit setelah memotret suasana tersebut. Kedua foto cukup menjelaskan Gus Mus sangat terbuka dan menerima permintaan maaf kepada dua orang penghinanya di dunia maya.
Seperti diberitakan, penghinaan dipicu ketika Gus Mus di Twitter berkomentar soal rencana bakal ada salat Jumat di Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, 2 Desember 2016. Lewat Instagram, Gus Mus menjelaskan siapa itu kiai dengan sederhana. Dari kata Gus Mus kita tahu alasan kenapa dirinya tidak marah ketika ada orang yang menghinanya.
Dialog Gus Mus dan Pandu Wijaya yang Sejuk dan Penuh Keakraban
Pandu Wijaya yang berkata kasar ke pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus di media sosial telah meminta maaf. Dia datang ke kediaman Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/11/2016).
Dialog Gus Mus dan Pandu dalam bahasa Jawa beredar di media sosial. Sekadar diketahui, Pandu merupakan karyawan PT Adhi Karya dan berasal dari Probolinggo, Jawa Timur.
Dialog Gus Mus dan Pandu
"Apa kamu benci denganku?"
"Tidak."
"Apa ada postinganku yang membuat sakit hatimu?"
"Tidak ada."
"Apa pernah tulisan atau omonganku yang membuatmu tersinggung?"
"Tidak ada. Saya stres masalah pekerjaan."
"Kamu kerja dari jam berapa sampai jam berapa? Jangan diforsir, biar tidak gampang marah-marah. Kamu membuat ibumu repot saja. Nomorku dicatat ya. Kalau kamu ingin marah atau berkata-kata kasar padaku, tinggal WA. Jadi orang lain tidak ada yang tahu."
detikcom menghubungi Gus Mus, tapi tidak ada respons. Menantu Gus Mus yang ikut dalam pertemuan, Rizal Wijaya, mengkonfirmasikan, "(Dialog) Kurang lebih begitu."
Rizal menambahkan, Gus Mus sudah memaafkan Pandu. Bahkan sebelum Pandu datang ke rumah. Pandu datang bersama ibunya. Itu sebabnya, Gus Mus sempat mengatakan 'Kamu membuat repot ibumu saja'.
Selain Pandu, 3 orang yang menghina juga datang ke rumah Gus Mus secara bergelombang sejak Jumat kemarin hingga hari ini. Mereka disambut hangat dan akrab. Jauh berbeda dengan suasana di media sosial saat mereka menghina Gus Mus dengan kata-kata tak pantas.
Sumber: news.detik.com dan tribunnews.com

0 Response to "Gus Mus Menjamu Dua Penghinanya Bak Keluarga Sendiri, Inilah Dialog Gus Mus Dengan Penghinanya..!!"
Post a Comment